Hasil Search

169086_Shop the hottest boots of the season in FamousFootwear.com's BOOTIQUE! 504087_Seiko Premier Watch Collection 504080_Finding stunning lingerie, loungewear & accessories at Journelle 502239_Brand names, bargain prices at shoezoo.com. If you don't love your new shoes, return them for free! 500464_Shop for new clothing with a retro vintage feel. SpiritHalloween 47238_PUMA's New Women's Soccer Training Collection Monfrotto.us-Quality Photography Equipment!  468x60 Banner 384107_$5 Off + Free Shipping - Women's Apparel - 468X60 Red

KLIK UNTUK DAFTAR BISNIS ONLINE

Web Hosting

Recent discovery of the Ancient Human Fossils in Bali Framework



Framework in the composition of the complete bones of the human age-old megalithic an estimated 2,500 years ago re-discovered in Subak Saba, Village Keramas, Blahbatu, Gianyar, Bali, in circumstances that are still intact sarcophagus beside a headless statue of human beings.
Skeleton in the coffin made of stone was found still packed full with his grave, in the form batung pickaxe, old jars and jars of ancient time a team of researchers from the Institute for Archaeology Denpasar were doing excavation Sunday, August 29, 2010. Presumably it is a skeleton of a man who throughout his life devoted to his master.
Until now has 37 fruit sarcophagi have been discovered in Gianyar, Bali Since 1978
"Sarkofgus a whole is a type of small coffins with length of 150 cm and 50 cm wide. While the sarcophagus which had been opened, has a length of 100 cm and 12 cm wide," he said.
About the age that the sarcophagus, Ayu Kusumawati estimates have been around 2000 years ago or since prehistoric times.
"In those days people had known the perundagian and metal tools. This is evidenced by the bulge of the human face or a mask that looked like a turtle at the end of the sarcophagus which is now found," he said.
In addition to familiar metals, continued Kusumawati, at that time also known as mutual assistance and a sense of unity and cohesion.
"The purpose of a cover made at the end of the coffin tomb was intended to provide a way for the spirits to the other world," he said.
He explained that usually is reserved for a cemetery with the sarcophagus to the influential people of that era.
"Only the nobility and the people who influence the use of such grave coffin," he explained.
Currently, Kusumawati said, his side along with other officers are still doing further research about the discovery of two sarcophagi.
"We still have on site to conduct further research before the two sarcophagi were evacuated to the Ancient Objects Preservation Hall," he said.


--------------------------------------------------------------------------------

Penemuan Terbaru Fosil Kerangka Manusia Purba di Bali

Kerangka dalam susunan tulang-belulang yang lengkap dari manusia zaman megalitikum yang diperkirakan berusia 2.500 tahun lalu kembali ditemukan di Subak Saba, Desa Keramas, Blahbatu, Gianyar, Bali, dalam kondisi yang masih utuh samping sebuah sarkofagus berkepala patung manusia.

Kerangka dalam peti jenazah yang terbuat dari batu itu ditemukan masih lengkap dengan bekal kuburnya, berupa batung beliung, kendi tua dan guci kuno saat tim peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar tengah melakukan penggalian Minggu 29 Agustus 2010. Diduga kerangka itu adalah seorang seorang abdi yang selama hidupnya setia kepada tuannya.

Sampai saat ini telah 37 buah sarkofagus yang telah ditemukan di Gianyar , Bali Sejak tahun 1978

"Sarkofgus yang utuh merupakan peti mati tipe kecil dengan ukuran panjang 150 cm dan lebar 50 cm. Sedangkan sarkofagus yang sudah dibuka, memiliki ukuran panjang 100 cm dan lebar 12 cm," ujar dia.
Mengenai umur sarkofagus itu, Ayu Kusumawati memperkirakan sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu atau sejak zaman prasejarah.
"Pada zaman itu manusia telah mengenal masa perundagian serta alat logam. Hal ini dibuktikan dengan adanya tonjolan wajah manusia atau kedok yang mirip kura-kura pada bagian ujung sarkofagus yang kini ditemukan," ucapnya.
Selain telah mengenal logam, sambung Kusumawati, pada zaman itu juga sudah dikenal dengan istilah gotong royong dan rasa persatuan dan kesatuan.
"Tujuan dibuatkan kedok di bagian ujung peti kubur itu dimaksudkan untuk memberikan jalan bagi sang arwah menuju dunia lain," katanya.
Ia menjelaskan, biasanya pemakaman dengan sarkofagus itu diperuntukkan kepada orang yang berpengaruh pada zaman itu.
"Hanya kaum bangsawan dan orang yang berpengaruh yang menggunakan peti kubur semacam itu," jelasnya.
Saat ini, kata Kusumawati, pihaknya bersama petugas lain masih melakukan penilitian lebih lanjut soal penemuan dua sarkofagus itu.
"Kami masih harus di lokasi untuk melakukan penelitian lanjutan sebelum kedua sarkofagus itu dievakuasi ke Balai Pelestarian Benda Purbakala," ucapnya.


Vivanews.com

0 komentar:

Discovery Blog

Your Ad Here